Monday, November 16, 2015

Tujuan mempelajari manajemen

Manajemen adalah proses yang dilakukan untuk mencapai tujuan organisasi melalui serangkaian perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian orang dan sumber daya organisasi lainnya.

Manajemen Manfaat Manfaat kita mempelajari dan memahami manajemen dapat dilihat dari deskripsi di bawah ini:
Membantu kami melakukan strategi yang lebih baik untuk menggunakan pendekatan yang lebih sistematis, logis, pilihan strategis rasional.

Adalah proses bukan keputusan atau dokumen. Tujuan utama dari proses ini adalah untuk mencapai pemahaman dan komitmen dari apa yang kita rencanakan.
Sebuah proses yang kita laksanakan untuk memberikan pemberdayaan individu. Pemberdayaan adalah tindakan memahami diri sendiri meningkatkan efektivitas dengan mendorong dan menghargai upaya kami untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan dan inisiatif pelatihan serta imajinasi.
Meningkatkan kesadaran kami ancaman eksternal sehingga kita akan digunakan untuk mempersiapkan rencana lain pada kejadian yang tidak diinginkan dari faktor eksternal.
Kita bisa tahu lebih baik tentang strategi pesaing sehingga lebih mudah untuk menangani.
Mengurangi resistensi untuk berubah karena kami telah menyiapkan rencana untuk perubahan.
Memungkinkan kita untuk identifikasi, prioritas, dan eksploitasi peluang terbaik untuk masalah dan keputusan seleksi.
Kita bisa mewakili kerangka kerja untuk aktivitas kontrol dalam kehidupan sehari-hari yang lebih baik dapat mengatur rencana aksi kami.
Memungkinkan alokasi sumber daya dan sedikit waktu bagi kita untuk memperbaiki keputusan yang salah atau tidak direncanakan.
Membuat kerangka kerja untuk komunikasi internal dengan orang lain.
Membantu mengintegrasikan perilaku individu kami ke dalam kelompok atau kelas.
Mendorong pemikiran, karena dengan mempelajari manajemen kami telah belajar untuk menganalisis rencana.
Membuat kita kooperatif, terintegrasi, dan antusias untuk menghadapi masalah dan peluang.
Mendorong terciptanya sikap positif akan berubah dalam diri kita sendiri
Memberikan tingkat disiplin dan formalitas untuk pengelolaan kegiatan kami.

Tujuan mempelajari Manajemen
Melaksanakan dan mengevaluasi strategi yang kita pilih untuk secara efektif dan efisien
Mengevaluasi kinerja, meninjau, dan meninjau situasi dan melakukan penyesuaian dan koreksi jika ada penyimpangan dalam pelaksanaan strategi.
Selalu memperbaharui strategi yang kami diformulasikan untuk mencocokkan perkembangan lingkungan eksternal.
Selalu meninjau kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman peluang yang ada
Terus berinovasi pada kegiatan kita sehingga hidup kita lebih terorganisir.

Kesimpulan
Kesimpulan yang kita dapat menarik dari studi saya dari manajemen adalah sebagai berikut:
Terbangun dalam diri kita bahwa manusia memiliki kemampuan yang sangat terbatas sehingga kita perlu membuat rencana untuk mengatasi ketidakmampuan untuk menggunakan sumber daya yang ada di sekitar kita.
Dari rencana yang kita buat maka kita dituntut untuk disiplin dan ulet menjalankan dan berinovasi untuk membuat rencana kontingensi yang membuat daya analisis dan imajinasi kita tumbuh tajam.
Rencana kami membuatnya tentu tidak dapat berjalan dengan sendirinya tetapi membutuhkan dukungan dari pihak eksternal sehingga mengharuskan kita untuk menguasai keterampilan untuk berkomunikasi dengan orang lain
Mempersiapkan diri atas perubahan mungkin kita hadapi, kita telah mampu memprediksi dan estimasi di muka untuk rencana yang kita buat sabelumnya, karena dalam rencana kami membuat kami telah menyiapkan rencana cadangan untuk setiap perubahan dan kendala.
Dengan manajemen membuat hidup kita lebih teratur dalam menjalankan kehidupan sehari-hari baik manajemen waktu, manajemen keuangan dan manajemen-manajemen lainnya.

Tujuan Manejemen

Manajemen tujuan - Manajemen adalah ilmu dalam melaksanakan kegiatan organisasi atau perusahaan. Kegiatan dapat mencakup pengorganisasian kegiatan perusahaan yang juga mencakup tindakan perencanaan, pengorganisasian, pengelolaan dan pemantauan yang mencakup semua sumber daya untuk mencapai tujuan atau sasaran yang diinginkan. Misalnya jika bentuk organisasi perusahaan, tujuannya adalah jelas, yang mencari keuntungan sebanyak mungkin untuk kemakmuran pemilik
Manajemen tujuan
Manajemen tujuan harus menetapkan realistis, rasional, logis dan ideal yang didasarkan pada fakta data, potensi dan kemampuan dan juga tidak bertentangan dengan nilai peraturan pemerintah sosial, moral, agama atau ada yang tujuan perusahaan ditetapkan dapat menguntungkan masyarakat dan cukup terlihat dicapai bahwa manfaat semua pihak ada.
Tujuan manajemen GR Terry sesuai adalah tujuan yang diinginkan oleh pihak yang berkepentingan yang menggambarkan ruang atau ruang lingkup yang jelas dan memberikan arah dengan manajer. Definisi ini mencakup empat poin utama, yaitu:
Tujuan
Skope
Kepastian
Arah
Tujuan manajemen harus mencakup semua hal berikut 4 hal yang perencancanaan kebijakan, strategi, prosedur, metode, sistem, aturan, petunjuk dan lain-lain yang dapat dieksekusi dalam mencapai tujuan tersebut.
Pada dasarnya, Anda perlu tahu adalah bahwa setiap tujuannya adalah rencana. Tujuan dari organisasi atau perusahaan dapat dilihat dari Anggaran Anggaran Rumah Tangga Association (ADART) masing-masing masing-masing organisasi. Manajemen tujua dapat dilihat dari berbagai sudut, misalnya dengan jenis, prioritas, durasi, sifat, hierarki, bidan atau sesuai dengan jiwanya.
Tujuan pengelolaan berdasarkan jenis tujuan dapat terdiri dari:
Tujuan keuntungan, manajemen tujuan untuk mendapatkan keuntungan bagi pemiliknya
Tujuan layanan, tujuan manajemen memberikan pelayanan yang baik kepada konsumen, yang dapat meningkatkan nilai barang atau jasa yang ditawarkan atau dijual ke konsumen
Tujuan sosial, manajemen tujuan untuk menekankan nilai yang dapat dibuat oleh organisasi untuk kesejahteraan masyarakat
Tujuan pribadi, manajemen tujuan lebih suka karyawan individu atau pekerja untuk mendapatkan kepuasan dalam hal pekerjaan dalam suatu organisasi atau perusahaan.
Tujuan pengelolaan berdasarkan prioritas dapat dibagi menjadi:
Sasaran utama
Target sekunder
Target individu
Tujuan sosial
Tujuan manajemen berdasarkan lamanya waktu dapat dibagi menjadi:
Tujuan jangka panjang
Tujuan jangka menengah
Tujuan jangka pendek
Manajemen tujuan menurut lapangan dapat dilihat sebagai berikut:
Tujuan tingkat atas, tujuan umum, menyeluruh terkait dengan berbagai bidang sekaligus
Tujuan keuangan, tujuan yang berkaitan dengan pengelolaan modal
Tujuan produksi, tujuan yang berkaitan dengan manajemen produksi
Tujuan pemasaran, tujuan yang berkaitan dengan pemasaran
Tujuan kantor, tujuan yang berkaitan dengan bidang administrasi
Pandangan manajemen tujuan motif, yang terdiri dari:
Tujuan umum, tujuan manaujemen yang harus dicapai karena ada aturan dan peraturan yang berlaku perudang
Tujuan organisasi, tujuan harus disadari karena tidak ada ketentuan dalam organisasi yang memiliki tercantim statuta, ADART zakelijk dan alam impersonal yang berarti tidak boleh didasarkan pada pertimbangan selera pribadi, dalam upaya bagaimana prestasi
Tujuan pribadi, tujuan individu atau tujuan pribadi yang meskipun mungkin masih berhubungan dengan organisasi dalam upaya pencapaian sangat dipengaruhi oleh pandangan atau selera pribadi
Google Translate for Business:Translator ToolkitWebsite TranslatorGlobal Market Finder
Turn off instant translation

Teori Manajemen

Teori Manajemen

Teori Manajemen berkembang dengan sangat cepat terutama dengan adanya berbagai studi yang dilakukan oleh banyak perguruan tinggi yang kemudian menghadirkan berbagai teori manajemen dari beberapa aliran. Umumnya, beberapa menyebutkan teori teori manajemen bisa diklompokkan kedalam 6 aliran teori manajemen.

1. Teori Manajemen Aliran Klasik

Teori Manajemen yang memiliki aliran klasik ini menyatakan bahwa manajemen sesuai dengan fungsi fungsi yang terdapat pada manajemen. Teori manajemen klasik tak lepas dari birokrasi yang berdasarkan pada dasar hierarki. Oleh karenanya pada aliran klasik ini terdapat pembagian kerja, struktur organisasi, hierarki proses fungsional serta pengawasan.

Kemampuan dan perhatian manajemen diarahkankepada penerapan fungsi manajemen tersebut. Prinsip Teori Manajemen Aliran Klasik ini pertama kali muncul dikarenakan adanya revolusi industri pada abad 18 yang terjadi di Inggris. Kala itu parah ahli memberi perhatian lebih kepada masalah masalah yang muncul dalam bidang manajemen dikalangan industri, usahawan maupun masyarakat. Teori Manajemen Klasik ini memiliki beberapa kelebihan dan sekaligus beberapa kelemahan.

Kelebihan Teori Manajemen Aliran Klasik
Memberi format atau bentuk organisasi
Memberi kontribusi tentang konsep organisasi yang berupa birokrasi yang berdasarkan hierarki. Dan sampai pada masa kekinian, hal tersebut juga masih dipergunakan secara luas di organisasi organisasi yang sudah modern.
Memberi pondasi dasar pada organisasi, bentuknya berupa proses fungsional, pembagian kerja, struktural serta pengawasan
Pembagian tugas yang sudah jelas berdasarkan keahlian yang dimiliki oleh tiap tiap anggota, maka dari itu tidak diperlukan lagi waktu untuk memahami dan menguasai keterampilan baru
Adanya spesialisasi kewenangan dan pekerjaan, maka kegiatan kegiatan pekerjaan akan lebih cepat diselesaikan
Kekurangan Teori Manajemen Aliran Klasik
Teori Manajemen Aliran Klasik kurang maksimal untuk dapat diterapkan pada kondisi yang kompleksitasnya sangat tinggi seperti akhir akhir ini
Kurangnya aspek sosial terutama yang menyangkut kebutuhan kebutuhan terkait pekerja sebagai manusia. Teori ini tidak melihat adanya ketegangan ketegangan yang muncul akibat kebutuhan pekerja yang tidak bisa dipenuhi. Manajer hanya fokus untuk memperhatikan segi fisik dan materi.
Motivasi hanya mengarah pada ekonomi semata, sering kali terjadi pemutusan tenaga kerja hanya untuk memperoleh tingkat produktifitas yang diinginkan
Adanya keterbatasan dan sempitnya fokus terhadap efisiensi dari perspektif penting yang lain. Perspektif yang menganggap remeh peran serta individu indiviu yang ada dalam organisasi

2. Teori Manajemen Aliran Perilaku

Teori Manajemen Aliran Perilaku atau yang juga diistilahkan dengan aliran hubungan manusia memusatkan segala kajian kepada aspek manusia serta perlunya memahami karakter manusia. Aliran Perilaku ini mempergunakan disiplin ilmu sosiologi dan psikologi dalam penerapannya.

Teori manajemen aliran perilaku ini menyadari betapa pentingnya hubungan antar personal dalam organisasi. Hawthrone mengemukakan bahwa insentif tidak lebih berpengaruh dari kondisi sosial yang sedang dialami pekerja sama seperti halnya tekanan dari kelompok, atau penerimaan rasa yang aman.

Aliran Perilaku ini muncul dikarenakan pada pendekatan aliran klasik, efisiensi dalam produksi dan keserasian kerja tidak bisa diperoleh. Manajer masih banyak menghadapi berbagai kesulitan karena umumnya pekerja tidak selalu bisa mengikuti pola pola perilaku rasional. Oleh karenanya dilakukan upaya untuk membantu manajer dalam mengatasi masalah yang timbul karena perilaku pekerja

Aliran perilaku menganggap organisasi pada dasarnya adalah orang. teori manajemen aliran klasik dianggap tidak lengkap karena efisiensi produk dan keharmonisan dengan pekerja tidak bisa tercapai. Didalam organisasi, manusia tidak bisa dengan mudah untuk diramalkan tingkah lakunya, Maka teori ini menghubungkan permasalahan tersebut dengan  sisi psikologis dan sosiologis.

Kelebihan Teori Manajemen Aliran Perilaku
Dapat meningkatkan hubungan antar personal dan kesedaran yang penuh bahwa setiap organisasi dapat berjalan dan bisa meraih tujuannya dengan dukungan penuh dari masing masing individu dalam kelompok, tidak hanya peran dari seorang manajer semata
Teori aliran perilaku memberi pemahaman manajemen tidak hanya untuk hal hal teknis semata, tetapi juga harus mengetahui aspek manusia sebagai individu dalam organisasi, maka seorang manajer atau pimpinan sangat penting untuk menguasai manajemen manusia
Kekurangan Teori Manajemen Aliran Perilaku
Apabila moralitas yang ada pada organisasi luntur, bisa jadi hubungan antar personal menjadii tak efektif lagi. Kompleksnya perilaku individu manusia yang ada pada organisasi terkadan sering menyulitkan manajer untuk mengambil sebuah tindakan

3. Teori Aliran Manajemen Ilmiah

Pada teori manajemen ini mempergunakan ilmu statistik dan matematika dalam mengembangkan teori teorinya. Aliran manajemen ilmiah menyatakan masalah masalah manajemen bisa dijelaskan dengan pendekatan kuantitatif. Dalam pengelolaan aktivitas manajemen dan kepemimpinan dilakukan dengan mempergunakan dasar dasar yang berpedoman pada teori keilmuan.

Beberapa ciri ciri teori manajemen aliran manajemen ilmiah bisa dilihat sebagai berikut:
Mempergunakan prinsip dan cara kerja keilmuan sebagai percobaan dan penyelidikan yang juga ilmiah
Adanya rasionalisasi, maksudnya bekerja sesuai dengan perhitungan maupun pemikiran yang teliti dan juga cermat sehingga bisa tida menggunakan trial and error
Adanya standarisasi, maksudnya bekerja berdasarkan pada ukuran tertentu, baik dalam hal waktu, cara kerja ataupun hasil produksi yang diinginkan
Produktivitas yang meningkat sebagai hasil dari kerja yang efektif dan juga efisien
Hasil ataupun cara kerjanya bisa memenuhi tuntutan kebutuhan yang semakin meningkat
Dalam teori Aliran Manajemen Ilmiah ini juga diusahakan optimasi yang melalui pendekatan ilmiah agar menghasilkan hasil semaksimal mungkin dengan cara yang paling efisien. Didalam aliran ini terdapat koreksi terhadap aktivitas yang tidak efisien, kurang terstrukture atau bahkan tidak dibutuhkan. Aliran ini juga memiliki beberapa kelebihan dan juga kelemahan.

Kelebihan Aliran Manajemen Ilmiah
Dapat diterapkan dengan baik di jaman sekarang
Keputusan bisa dijalankan dengan memperhatikan hal hal yang sifatnya ilmiah serta rasional sehingga bisa menghindari aktivitas yang membuang sumber daya yang dimiliki dengan sia sia karena trial and error
Mampu menciptakan produk ataupun menyelesaikan pekerjaan secara lebih baik dan cepat
Kekurangan Aliran Manajemen Ilmiah
Konflik internal bisa terjadi karena adanya persaingan antar personal individu dalam organisasi
Aspek sosial para pekerja kurang diperhatikan

4. Teori Manajemen Aliran Analisis Sistem

Aliran Analisis Sistem ini fokus terhadap pemikiran pada permasalahan yang berkaitan dengan bidang lain dialam pengembangan teorinya. Semisal subbagian kepegawaian menyatakan keberhasilan didalam memotivasi pekerja bisa meningkatkan keuntungan organisasi.memotivasi pekerja akan berhubungan dengan kesejahteraan, jam kerja, penggajian, jaminan dihari tua serta faktor lainnya

Analisis Sistem merupakan penguraian atas suatu sistem informasi yang lengkap kedalam bagian bagian komponen yang bermaksud untuk mengidentifikasi serta mengevaluasi masalah, kesempatan, hambatan serta kebutuhan yang nantinya bisa diusulkan adanya perbaikan. Pada teori manajemen ini mengemukakan suatu proses dalam mengumpulkan serta mengintepretasikan kenyataan yang ada, mendiagnosa segala persoalan serta mempergunakan keduanya untuk memperbaiki sistem.

5. Aliran Manajemen Berdasarkan Hasil

Aliran ini pertama kali dikenalkan oleh Peter Drucker disekitar tahun 1950an, Aliram manajemen ini fokus pada pemikiran hasil hasil yang diperoleh, bukan kepada interaksi atas aktivitas karyawan. Teori manajemen berdasarkan hasil memiliki tujuan untuk meraih hasil yang optimal berdasarkan pada perjanjian yang terukur dan jelas dibuat dimuka. Manajemen menetapkan prioritas dan tujuan menentukan dan membuat sumber daya yang diperlukan tersedia. 

Didalam Aliran berdasarka hasil, terdiri atas langkah langkah seperti berikut
Penetapan target - tujuan manajemen jangka panjang
Menerjemahkan tujuan organisasi dengan tujuan divisi serta individu
Hasil perjanjian orientasinya mengenai tujuan
Implementasi, dan pelaporan manajemen
Penilaian periodik, kontrol dan penyesuaian

6. Teori Aliran Manajemen Mutu

Teori aliran manajemen mutu fokus terhadap pemikiran atas usaha usaha dalam meraih kepuasan konsumen. Jadi Fokus utama manajemen mutu adalah PELANGGAN sebagai pihak yang bisa menyebutkan apakah produk yang dihasilkan bermutu atau tidak bermutu. Manajemen mutu merupakan aspek dari semua fungsi manajemen yang melaksanakan kebijakan mutu dan juga merupakan  filsafat budaya organisasi yang lebih menekankan kepada usaha menciptakan mutu yang konsisten melalui tiap tiap aspek didalam kegiatan perusahaan.

Manajemen mutu sangat membutuhkan figur kepemimpinan yang bisa memotivasi karyawan supaya bisa memberikan usaha dan kontribusi yang maksimal kepada organisasi. Hal ini bisa dijalakan dengan memahami dan menjiwai bahwa mutu produk yang dihasilkan bukan hanya tanggung jawab pimpinan semata, melainkan tanggung jawab semua anggota yang ada didalam organisasi. Standard mutu yang diinginkan membutuhkan kesepakatan serta partisipasi penuh dari semua anggota organisasi, sedangkan manajemen mutu tanggung jawabnya terdapat pada puncak pimpinan

Strategi manajemen

Strategi manajemen atau manajemen strategis adalah keterampilan (seni), teknik, dan ilmu pengetahuan dalam merumuskan, melaksanakan, dan mengevaluasii serta mengawasi berbagai keputusan dari organisasi fungsional (bisnis perusahaan atau non-bisnis) selalu dipengaruhi oleh lingkungan eksternal dan kondisi internal selalu berubah sehingga dapat memberikan kemampuan perusahaan dalam mencapai tujuan atau tujuan yang telah ditetapkan.
strategi manajemen
Strategi manajemen



Proses Manajemen Strategis

Berdasarkan definisi di atas dari Manajemen Strategis, Manajemen Strategis mencakup proses-proses dalam beberapa tahap: Observasi Lingkungan, Perumusan Strategi, Impelmentasi Strategi, Strategi Evaluasi

Perumusan Manajemen Strategis

Perumusan manajemen strategi perusahaan dapat mencakup pengembangan misi bisnis, mengidentifikasi peluang baru dan ancaman eksternal, mengukur dan menetapkan kelemahan internal dan kekuatan, menetapkan tujuan jangka panjang, berat alternatif, dan memilih strategi khusus yang akan diterapkan untuk kasus-kasus tertentu

Cakupan perumusan strategi termasuk objek baru yang akan dilakukan, obyek bisnis yang akan ditingggalkan, mengalokasikan sumber daya baik keuangan atau non-keuangan, untuk memutuskan apakah kita memerlukan kegiatan pembangunan atau diversifikasi produk, memutuskan pasar domestik atau internasional, dibutuhkan merger atau akuisisi atau tidak, menghindar dari akuisisi perusahaan oleh perusahaan saingan. karena tidak ada perusahaan memiliki sumber daya terbatas, maka strategi harus memiliki keberanian untuk memutuskan strategi alternatif yang dapat memiliki dampak positif yang terbaik dalam rangka memberikan manfaat yang maksimal bagi perusahaan. Strategi harus memberikan keunggulan komparatif dan akhirnya dapat memberikan keunggulan kompetitif dalam jangka panjang, itu harus penting bagi strategi manajemen.

Menerapkan Strategi

Sering disebut sebagai tahap kegiatan manajemen strategis. Dalam tahap ini menerapkan strategi ini perusahaan menetapkan tujuan perusahaan tahunan atau tujuan, merumuskan kebijakan, karyawan termotivasi dan mengalokasikan sumber daya sehingga strategi telah disiapkan untuk menjalankan. Penerapan strategi ini meliputi budaya mendukungg perusahaan pengembangan, menyiapkan anggaran, memanfaatkan sistem informasi, memotivasi sumber daya manusia dalam rangka ingin menjalankan dan bekerja sebaik mungkin. Implementasi strategi membutuhkan disiplin dan kinerja tinggi serta balasan yang cukup.

Mengevaluasi dan Monitoring Strategi

Evaluasi dan strategi Pemantauan adalah tahap akhir dalam proses manajemen strategis. seluruh strategi moditifikasi subjek di masa depan, karena berbagai faktor eksternal dan internal akan terus mengalami perubahan.

Strategi evaluasi mencakup beberapa hal:
Meninjau faktor eksternal dan internal yang merupakan dasar untuk strategi apapun yang dieksekusi
Mengukur kinerja yang telah berjalan
Mengambil tindakan korektif dalam kasus ketidakpatuhan

Evaluasi strategi ini diperlukan bagi perusahaan sebagai keberhasilan usaha yang dicapai saat ini tidak akan berhasil di masa depan. Seringkali keberhasilan bisnis pada saat ini dapat membawa masalah baru dan berbeda. Jadi bahkan jika kegagalan, maka isu-isu baru muncul dan harus dihadapi dalam rangka untuk menghidupkan kembali kegiatan usaha yang gagal

Dalam perusahaan besar, proses perumusan (formulasi) strategi, implementasi, evaluasi dan strategi pengawsan ada tiga tingkat hirarki, tingkat tingkat korporasi, divisi dan fungsional.

Prinsip Manajemen Strategis

Prinsip Manajemen Strategis dibagi menjadi:
Merembes Perencanaan Strategis (menembus), semua manajer di berbagai divisi harus belajar untuk berpikir secara strategis, semua tingkat manajerial akan terlibat dalam pengelolaan strategi khusus dalam berbagai cara. masing-masing pola dan cara memakai yang berbeda tapi masih mengarah ke target yang sama, tujuan yang ditetapkan
Perencanaan yang komprehensif, niat berencana berdasarkan kebutuhan dan pengembangan bisnis, tidak dibuat dengan asal acak

Proses kompenen Manajemen Strategis

Ada beberapa komponen dalam proses manajemen strategi, termasuk:
Misi Organisasi (perusahaan), deskripsi tujuan dari keberadaan perusahaan. Misi ini termasuk jenis, lingkup dan karakteristik tindakan yang akan dieksekusi
Tujuannya, tujuannya adalah hasil akhir dari suatu kegiatan. di sini akan dikonfirmasikan ayang akan memahami apa, kapan, dan bagaimana yang harus dicpai.
Strategi, keterampilan atau pengetahuan dalam memenangkan sebuah kompetisi. persaingan perebutan konsumen (pangsa pasar) dan konsumen akan diubah setiap saat, strategi harus dikelola sedemikian rupa sehingga tujuan perusahaan dapat tercapai
Kebijakan, kebijakan tersebut adalah cara untuk mencapai tujuan perusahaan. kebijakan mencakup pedoman, aturan dan prosedur untuk mendukung pencapaian tujuan bisnis atau tujuan yang telah ditetapkan
Profil perusahaan, menggambarkan kondisi baik keuangan sumber perusahaan, manusia (SDM) dan sumber daya lainnya fisik.
Lingkungan eksternal, seluruh kekuatan akan berdampak pada pilihan strategi dan mendefinisikan kondisi persaingan
Lingkungan internal, lingkungan internal meliputi semua unsur yang terkandung dalam bisnis perusahaan
Analisis Strategi dan pilihan, itu ditujukan pada keputusan investasi untuk masa depan
Strategi fitur, rencana umum dan komprhensif semua kegiatan utama yang ditujukan untuk mencapai tujuan dalam lingkungan yang dinamis
Strategi fungsional, adalah penjabaran dari strategi umum yang akan dijalankan oleh divisi

Landasan dasar untuk Strategi Manajemen

Manajer strategi harus mampu menganalisis fungsi utama dari bisnis yang ada dan memahami bagaimana hal itu mempengaruhi proses manajemen strategi dan tahu bagaimana mengintegrasikannya. Hubungan manfaat dengan proses manajemen strategi fungsi bisnis tidak dapat diabaikan. Secara umum, ada tiga fungsi utama binis:
Fungsi Produksi
Fungsi pemasaran
Fungsi keuangan

Selain di atas ada tiga fungsi lain seperti SDM (sumber daya manusia), penelitian dan pengembangan, serta hubungannya dengan masyarakat. semua fungsi memiliki pengaruh langsung pada pengaruh yang sangat besar pada Manajemen Strategi
Google Translate untuk Bisnis:
Google Translate for Business:

Pengertian Manajemen

Pengertian Manajemen - sudah barang tentu kata kata manajemen sudah tak asing lagi di telinga kalian, lalu Apa Itu Manajemen ? bagaimana pengertiannya? kata manajemen berasal dari bahasa inggris, "Manage" yang memiliki arti mengelola/mengurus, mengendalikan, mengusahakan dan juga memimpin. Manajemen adalah Sebuah proses dalam rangka untuk mencapai suatu tujuan organisasi dengan cara bekerja secara bersama sama dengan orang - orang dan sumber daya yang dimiliki organisasi. itu sekilas pengantar pengertian manajemen.

Dan bagaimanakah definisi manajemen menurut para ahli ?
Pengertian Manajemen
Pengertian Manajemen

Pengertian Manajemen Menurut Para Ahli


Mary Parker F.

Mary Parker F mendefinisikan pengertian manajemen sebagai suatu seni, tiap tiap pekerjaan bisa diselesaikan dengan orang lain.

George R. Terry

George Terry memberikan pendapat, Definisi Manajemen merupakan ilmu sekaligus seni, manajemen adalah wadah didalam ilmu pengetahuan, sehingga manajemen bisa dibuktikan secara umum kebenarannya.

Koontz

Manajemen yang didefinisikan oleh Koontz adalah suatu seni yang produktif yang didasarkan pada suatu pemahaman ilmu. Koontz menambahkan, ilmu dan seni tidaklah bertentangan, namun masing masing saling melengkapi.

Stoner

Stoner memiliki pendapat, Ilmu Manajemen merupakan proses dalam membuat suatu perencanaan, pengorganisisasian, pengendalian serta memimpin berbagai usahda dari anggota entitas/organisasi dan juga mempergunakan semua sumber daya yang dimiliki untuk mencapai tujuan yang ditetapkan.

Wilson

Seorang Wilson berpendapat definisi manajemen sebagai sebuah rangkaian tindakan tindakan yang dilakukan oleh para anggota organisasi dalam upaya mencapai sasaran organisasi. prosess merupakan suatu rangkaian aktivitas yang dijalankan dengan sistematis.

Oey Liang Lee

Menurut Oey Liang Lee, Arti Manajemen adalah ilmu dan seni perencanaan, peng-organisasi-an, penyusunann, pengarahan serta pengendalian (pengawasan) dari sumber daya perusahaan guna mencapai goal atau tujuan yang telah diputuskan.

Lawrance A Appley

Menurut Lawrence A Appley, pengertian manajemen adalah sebuah seni dalam mencapai tujuan yang diinginkan yang dilaksanakan dengan usaha orang yang lain.

Masih kurang? masih banyak ahli atau pakar yang lain, dengan susunan kata kata yang berbeda, namun benang merahnya masih tetap sama, lebih baik tidak perlu untuk di jabarkan satu satu disini :)

Dari berbagai pengertian manajemen yang telah didefinisikan beberapa ahli diatas, kita bisa menyimpulkan bahwa pengertian manajemen adalah ilmu serta seni dalam menjalankan aktivitas suatu organisasi, aktivitas aktivitas tersebut bisa berupa pengorganisaisan yang meliputi tindakan perencanaan, penyusunan, dan aktivitas mengusahakan serta pengawasan yang mempergunakan semua sumber daya yang dimiliki oleh organisasi yang bertujuan tidak lain untuk mencapai goal keinginan yang sudah ditetapkan sebelumnya. contoh kalau dalam sebuah perusahaan, goalnya adalah Laba.

Proses Fungsi Manajemen


Umumnya, ada beberapa proses dan fungsi yang biasa diimplementasikan dalam kegiatan manajemen

1. Perencanaan

Perencanaan merupakan suatu proses yang meliputi upaya yang dijalankan guna mengantisipasi adanya kecenderungan di masa mendatang dan penentuan sebuah strategi maupun taktik yang tepat guna merealisasikan tujuan dan target organisasi.

2. Pengorganisasian

Pengorganisasian merupakan suatuproses yang meliputi bagaimaan taktik serta strategi yang sudah dirumuskan pada saat tahap perencanaan digambarkan pada sebuah strukturr organisasi yang tangguh, sesuai, dan lingkungan yang kondusif serta bisa memberikan kepastian bahwa pihak pihak yang ada didalam organisasi bisa bekerja secara efisien dan efektif untuk pencapaian tujuan yang ditetapkan.

3. Pengarahan

Pengarahan adalah tahap dimana prorgram diimplementasikan suapaya bisa dilakukan oleh semua pihak dalam sebuah organisasi dan juga proses  memotivasi supaya pihak pihak tersebut bisa melaksanakan tanggung jawab dengan kesadaran penuh dan tingkat produktifitas yang sangat tinggi.

4 Pengendalian

Pengendalian adalah proses yang dijalankan guna rangkaian aktivitas aktivitas kegiatan yang sudah direncanakan, diorganisasikan serta diimplemantasikan dipastikan berjalan dengan semestinya sesuai target yang telah diharapkan walaupun ada beberapa perubahan yang terjadi didalam lingkungan yang dihadapi.

Jenis Jenis Manajemen


Umumnya, dalam sebuah perusahaan jenis jenis manajmen dibagi menjadi Empat (4), antara lain:
  • Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM)
  • Manajemen Operasional
  • Manajemen Pemasaran
  • Manajemen Keuangan

Untuk detail masing masing telah saya posting, silahakan klik pada masing masing jenis manajemen di tulisan diatas. Sepertinya sudah cukup sekian artikel mengenai Pengertian Manajemen semoga tulisan ataupun makalah manajemen  ini memberi manfaat bagi anda